Berkereta ke Paris (1)

Penghujung Agustus mestinya masih musim panas. Tapi di London, musim panas tak selalu identik dengan cuaca cerah atau sinar matahari yang berlimpah. Hari ini misalnya. Arloji sudah menunjukkan pukul 11.00, tapi temperatur tak beranjak dari 16 derajat Celsius. Hujan dan mendung membuat udara terasa lebih dingin.

Saya sengaja lebih awal meninggalkan rumah di kawasan London tenggara agar bisa menikmati suasana di stasiun St Pancras International. Setidaknya bisa minum kopi dan mampir ke toko buku, sebelum ke Paris dengan kereta api Eurostar dengan jam keberangkatan pada pukul 15.01.

Sekitar 50 menit kemudian -setelah berganti satu bus dan dua kereta- saya tiba di Stasiun St Pancras International di pusat kota yang terlihat jauh lebih sibuk dari biasanya. Mungkin karena musim panas, musim liburan. Di mana-mana terlihat antrean panjang, dari mulai check in hingga antrean untuk masuk toilet.

Mereka berkelompok dengan koper-koper besar. Saya berasumsi mereka berasal dari luar Eropa dan sedang tur di benua ini. Mungkin mereka melanjutkan perjalanan ke Paris atau Brussels setelah beberapa lama di London.

Kelompok lain adalah orang-orang dengan tas kecil atau ukuran menengah. Mungkin mereka dari London atau kota-kota lain di Inggris dan ingin ke Eropa daratan untuk beberapa hari.

Mereka duduk-duduk atau berdiri di hall menjelang area keberangkatan. Di kanan kiri hall terdapat aneka toko (mulai dari toko buku, toko kosmetik hingga toko suvenir), cafe, dan minimarket.

Semuanya ramai.

Saya masuk ke toko buku, sekedar untuk melihat-lihat dan membunuh waktu. Dari pintu masuk ada meja besar berisi novel-novel terbaru dan juga novel klasik. Pada rak di sebelahnya semuanya tentang London dan Paris.

Ini mungkin sengaja untuk mengantarkan mood, baik bagi yang meninggalkan London maupun yang akan ke Paris. Ada buku panduan wisata, ada pula novel dengan setting dua kota ini.

Puas di toko buku, saya keluar ke arah area check in yang sepertinya makin ramai, setidaknya jumlah kerumunan bertambah.

img_0452
Stasiun St Pancras International di London.

Mungkin karena liburan musim panas, yang biasanya dimanfaatkan untuk jeda sejenak dari rutinitas dengan berkunjung ke kota-kota di Eropa daratan atau sebaliknya, warga di Eropa daratan mengunjungi London.

Eurostar adalah salah satu moda transportasi yang populer. London-Paris bisa ditempuh hanya 2.15 jam sementara London-Brussels tak lebih dari dua jam.

Kelebihan kereta, dibanding kapal terbang, adalah apa yang disebut sebagai perjalanan city centre to city centre, kita memulai perjalanan dari pusat kota dan berakhir di pusat kota pula.

Perjalanan udara di sisi lain, biasanya berawal dari pinggir kota dan berakhir juga di pinggir kota, yang berarti masih diperlukan waktu untuk menuju pusat kota. Belum lagi soal pengecekan keamanan di bandar udara yang jauh lebih lama dan lebih kompleks dibandingkan pengecekan di stasiun.

Kereta juga memungkinkan kita untuk menikmati pemandangan di luar, sesuatu yang lagi-lagi tak bisa kita lakukan dengan pesawat terbang.

***

Saya mampir ke minimarket membeli air minum dan makanan kecil sebelum check in. Tiket sudah saya cetak dan paspor saya letakkan di tas kecil. Pakaian, buku, dan barang-barang lain saya masukkan ke tas punggung.

Di area keberangkatan terdapat banyak gate dan penumpang harus memindai sendiri tiket sebelum melewati pos pemeriksaan paspor dan dokumen perjalanan lain. Pemeriksaan paspor dan visa oleh petugas imigrasi berlangsung cepat dan efisien dan beberapa menit kemudian  saya duduk di ruangan tunggu.

Di depan saya ada pasangan paruh baya yang tengah asyik membaca buku. Saya tergoda dengan aroma dari kopi yang mereka taruh di samping tas. Saya memandang ke kanan dan di pojok ada dua kafe besar.

Saya beranjak dan menuju salah satu satu cafe untuk memesan latte ukuran sedang. Siapa tahu kopi ini bisa menghangatkan hari yang dingin dan mendung.

Begitu saya selesai membayar terdengar announcement bahwa penumpang kereta 15.01 menuju Paris sudah bisa masuk ke gerbong. Saya naik ke platform (di Indonesia disebut jalur) di lantai atas dan di depan saya terparkir kereta panjang dengan warna khas putih dan kuning dengan loko yang berbentuk seperti peluru.

Saya masuk ke gerbong nomor lima dan duduk di kursi nomor 57. Tas saya taruh di atas; buku catatan, tiket, dan telepon genggam saya letakkan di meja kecil di depan saya.

Tepat pada 15.01 Eurostar bergerak perlahan meninggalkan St Pancras, meninggalkan hiruk pikuk London, untuk menuju ke Paris…  (bersambung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s